Kebudayaan Sumatera Selatan

Kebudayaan Sumatera Selatan- Sumatera Selatan merupakan provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatra. Ibu kota provinsi ini adalah kota Palembang. Yang menarik dan akan kita bahas disini yaitu kebudayaan yang ada didalamnya.

Hal akan kita bahas mengenai kebudayaan di Provinsi Sumatera Selatan ini yaitu melingkupi bagian seperti

  • Suku bangsa
  • Bahasa daerah
  • Rumah adat
  • Pakaian adat
  • Kesenian Tradisional
  • Dan lain sebagainya.

Langsung saja mari kita bahas di bawah ini.

Sumatera Selatan

Peta Sumatera Selatan
blogspot.com

Provinsi Sumatera Selatan ini dihuni oleh beberapa etnis suku bangsa dengan berbagai macam bahasa daerah dan agama kepercayaan yang beragam, berikut daftar nya.

Suku Bangsa Sumatera Selatan

Provinsi ini dulunya dikenal dengan kerajaan Sriwijaya nya yang cukup besar. Berbagai adat istiadat di bawah kerajaan Sriwijaya ini memiliki berbagai macam ras suku bangsa. Berikut ini daftar suku bangsa yang ada di Sumatera Selatan:

  1. Suku Komering
  2. Suku Palembang
  3. Suku Gumai
  4. Suku Semendo
  5. Suku Lintang
  6. Suku Kayu agung
  7. Suku Lematang
  8. Suku Ogan
  9. Suku Pasemah
  10. Suku Sekayu
  11. Suku Rawas
  12. Suku Banyuasin

Bahasa Daerah Sumatera Selatan

Setiap suku bangsa biasanya memiliki jenis bahasa sendiri, di Provinsi Sumatra Selatan sendiri terdapat beberapa suku bangsa. Berikut ini beberapa jenis bahasa di Provinsi Sumatra Selatan.

  • Bahasa Palembang atau Bahasa Melayu: Bahasa ini dipakai oleh penduduk Kota Palembang.
  • Bahasa Komering/ Komerin/ Njo: Bahasa ini dipakai oleh penduduk sekitar Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Ogan Komering Ulu Timur.
  • Bahasa Kayu Agung: Bahasa ini dipakai oleh penduduk di sekitar daerah Kayu Agung.
  • Bahasa Musi: Bahasa ini dipakai oleh penduduk Kabupaten Musi Banyuasin dan penduduk sebelah barat Sungai Musi serta bagian hulunya.
  • Bahasa Pasemah: Bahasa ini dipakai oleh penduduk di sekitar Dataran Tinggi Bukit Barisan.
  • Bahasa Penegak: Bahasa ini dipakai oleh penduduk sekitar Prabumulih.
  • Bahasa Semendo: Bahasa ini dipakai oleh penduduk di daerah pedalaman, yaitu sebelah barat Baturaja dan Pajarbulan bagian selatan.
  • Bahasa Sindang Kelingi: Bahasa ini dipakai oleh penduduk di sekitar Muara Kelinggi.
  • Bahasa Enim: Bahasa ini dipakai oleh penduduk di Muara Enim bagian selatan dan Lahat bagian timur serta tenggara.
  • Bahasa Lematang: Bahasa ini dipakai oleh penduduk di wilayah Muara Enim dan Sarolangun bagian tenggara.
  • Bahasa Lintang: Bahasa ini dipakai oleh penduduk di wilayah antara Lahat dan Kapaliang.
  • Bahasa Ogan: Bahasa ini dipakai oleh masyarakat daerah Baturaja, Pagerdewa, dan sebelah barat Kayu Agung.
  • Bahasa Ranau: Bahasa ini dipakai oleh penduduk Muaradua sebelah selatan.
  • Bahasa Rawas: Bahasa ini dipakai oleh Kabupaten Musi Rawas, sekitar Ambacang, dan sepanjang Sungai Musi.
  • Bahasa Sungkai: Bahasa ini dipakai oleh penduduk Kruih bagian barat daya dan Abung sebelah barat.
  • Bahasa Pubian: Bahasa ini dipakai oleh sebagian penduduk Sumatra Selatan.
  • Bahasa Pesisir: Bahasa ini dipakai oleh sebagian penduduk Sumatra Selatan.
  • Bahasa Kubu: Bahasa ini dipakai oleh sebagian penduduk Sumatra Selatan.

Di antara bahasa daerah tersebut, ada bahasa yang jumlah penggunanya cukup banyak dibandingkan dengan yang lainnya, antara lain:

  • Bahasa Palembang
  • Bahasa Pasemah
  • Bahasa Komering
  • Bahasa Ogan
  • Bahasa Pesisir
  • Bahasa Pubian.

Agama di Sumatera Selatan

Agama Islam merupakan agama mayoritas di semua kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, sedangkan Agama Kristen di Kota Palembang, dan Agama Budha dengan populasi besar berada di Kota Palembang dan Kabupaten Banyu Asin.

  1. Islam 94,18%
  2. Kristen Protestan 1,99%
  3. Buddha 1,81%
  4. Katolik 1,13%
  5. Hindu 0,89%

Kebudayaan Sumatera Selatan

Kebudayaan Sumatera Selatan
blogspot.com

Kebudayaan yang ada di provinsi Sumatera Selatan ini tidak jauh beda dengan kebudayaan yang ada di pulau Sumatera ini, yakni masih tercampur oleh kebudayaan melayu, Islam, dan kerajaan Sriwijaya.

Kekayaan kebudayaan yang terdapat di Sumatera Selatan ini meliputi rumah adat, pakaian adat, tarian, senjata tradisional khas dari daerah tersebut.

Kebudayaan Sumatera Selatan ini terkenal diseluruh penjuru Indonesia, bahkan digemari banyak orang. Seperti rumah Limas, rumah ini banyak diadaptasi di berbagai daerah karena cara membuatnya yang tidak rumit.

Tenun songket yang merupakan khas Sumatera Selatan juga menjadi kegemaran banyak orang. Dalam kuliner ada pempek yang menjadi makanan kegemaran masyarakat Indonesia di berbagai daerah juga sangat menyukai jenis makanan ini. Langsung saja kita bahas di bawah ini.

Rumah Adat Sumatera Selatan

Rumah Adat Sumatera selatan
aminama.com

Rumah adat yang terkenal dari Sumatera selatan yaitu rumah limas, rumah ini merupakan salah satu dari puluhan rumah adat yag ada di Indonesia. DI indonesia sendiri hampir seluruh wilayah mempunyai rumah adat dengan ciri khasnya masing – masing.

Ciri khas rumah adat Sumatera Selatan yang berbeda dengan rumah adat di provinsi lainnya, yaitu atapnya yang berbentuk limas, dan rumahnya yang berbentuk panggung.

Rumah adat yaitu bangunan tradisional untuk tempat tinggal atau peninggalan dari nenek moyang, dan peninggalan tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Rumah Adat Limas

Kata limas diambil dari kata lima dan emas. Rumah limas adalah rumah dengan bentuk panggung dan atapnya yang berbentuk limas. Yang menarik dari rumah ini yaitu pada bagian lantai rumah limas dibuat berundak.

Berundak atau undakan dibagian lantai biasa disebut dengan kekijing. Pada rumah limas biasanya memiliki 2 hingga 4 undakan kekijing.

Rumah limas mempunyai tiang penyangga dengan tinggi sekitar 1, 5 meter – 2 meter dari tanah. Rumah limas terbagi menjadi 3 ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu:

  • Ruang depan: Ruangan ini biasanya digunakan untuk beristirahat dan bersantai anggota keluarga.
  • Ruang tengah: Sedangkan untuk ruangan bagian tengah terdapat beberapa kekijing. Setiap kekijing memiliki  dua buah jendela yang terletak di sebelah kanan dan sebelah kiri. Pada bagian kekijing yang terakhir ada lemari dinding yang dipakai untuk sekat.
  • Ruang belakang: Kemudian untuk ruangan bagian belakang adalah ruangan dapur yang digunakan untuk memasak.

Rumah Adat Cara Gudang

Rumah Cara Gudang
budayalokal.id

Rumah ini diberi nama rumah cara gudang karena bentuknya yang memanjang menyerupai gudang. Rumah ini memipunyai tiang penyangga dengan tinggi sekitar 2 meter. Bentuk atap dari rumah ini berbentuk limas dan pada rumah ini tidak terdapat kekijing.

Dalam pembuatannya masyarakat sekitar biasanya menggunakan bahan rumah cara gudang ini dari susunan kayu yang bagus, seperti:

  • Kayu tembesu
  • Petanang
  • Unglen.

Rumah ini juga memiliki tiga ruangan sama seperti rumah limas dengan fungsi ruangan yang juga hampir sama seperti buah limas.

Rumah Adat Rakit

Rumah Adat Rakit
majalah1000guru.net/

Berdasarkan namanya rumah ini terapung di atas rakit, susunan rakit ini terdiri dari balok-balok kayu dan potongan bambu, di setiap sudut dipasang tiang-tiang yang kemudian diikatkan ke tonggak yang menancap di tebing sungai.

Untuk mengikat tiang dengan tonggak biasanya menggunakan tali rotan.

Rumah ini memiliki atap dua bidang saja, atap pada rumah rakit disebut atap kajang. Rumah rakit ini terbagi menjadi dua ruangan dengan dua buah pintu. Pintu pertama menghadap ke tengah sungai sedangkan pintu lainnya menghadap ke tepi sungai.

Terdapat dua buah jendela yang biasanya terletak di sebelah kanan dan kiri rumah. Bagian depan rumah dilengkapi dengan jembatan untuk menghubungkan antara rumah dan daratan.

Rumah Adat Tatahan

Rumah tatahan
kangapip.com

Dinamakan rumah tatanan karena pada rumah ini banyak terdapat ukiran yang dibuat dengan cara dipahat atau ditatah. Rumah ini dibangun di atas tiang setinggi 1,5 meter. Rumah ini terbuat dari kayu yang tahan lama yakni kayu tembesu dan kayu kelat.

Rumah tatahan ini terbagi menjadi dua ruangan dengan fungsi sebagai berikut:

  • Ruang depan dan ruang tengah: Ruang depan biasanya dipergunakan untuk memasak. Di ruang depan ini terdapat tanah untuk meletakkan tungku.
  • Ruang tengah: berfungsi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Pada malam hari ruangan ini dipergunakan untuk tidur. Saat pemilik rumah sedang memiliki hajat, ruangan ini akan diperuntukkan untuk tamu yang datang.

Rumah Kilapan

Rumah Kilapan
kangapip.com

Berbeda dengan rumah tatanan, rumah ini tidak memiliki hiasan berupa ukiran, pada bagian dinding hanya cukup dilicinkan saja menggunakan ketam atau sugu. Bentuk rumah ini panggung dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Tiang pada rumah ini tidak ditancapkan di dalam tanah melainkan hanya diletakkan di atas tanah.

Tiang-tiang pada rumah ini disebut dengan tiang duduk, rumah kalipan ini memiliki dua ruangan. Yaitu ruang depan & ruang tengah dengan fungsi yang sama dengan rumah tatahan.

Rumah Kingking

Bentuk rumah kingking ini bujur sangkar dengan atap terbuat dari bambu yang dibelah menjadi dua dan biasa dikenal dengan sebutan gelumpai. Ruagan rumah kingking sama dengan rumah tatahan. Rumah ini termasuk dalam rumah panggung dan menggunakan tiang duduk.

Sebelumnya kami juga sudah membahas rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Timur dalam artikel Kebudayaan Jawa Timur. Jangan lupa untuk membacanya juga ya.

Pakaian Adat Sumatera Selatan

Pakaian Adat Sumatera Selatan
kompas.com

Provinsi Sumatera Selatan saat ini paling tidak memiliki dua pakaian adat yang cukup unik dan menarik untuk kita pelajari, Pakaian adat ini biasa dikenakan saat acara-acara tertentu, seperti:

  • Upacara adat perkawinan
  • Festival
  • Dan acara-acara budaya lainnya.

Jadi pakaian adat ini tidak dikenakan pada sembarang acara apalagi untuk busana harian. Pakaian adat Sumatera Selatan itu ada dua yaitu:

  1. Aesan Paksangko
  2. Aesan Gade.

Kenapa dinamakan Aesan? Aesan sendiri diambil dari bahasa Palembang yang artinya Baju, Busana, atau Pakaian. Berikut sedikit penjelasan pakaian adat tersebut:

Pakaian Adat Aesan Paksangko

Baju adat daerah Sumatera Selatan yang pertama dikenal dengan nama Aesan Paksangko. Baju adat ini mempunyai makna filosofis yang melambangkan keagungan masyarakat daerah Sumsel.

Baju Adat Palembang ini pada umumnya lebih sering terlihat pada suatu acara resepsi pernikahan yang digunakan oleh kedua pasang mempelai, dengan kombinasi warna merah dan emas. Dengan menggunakan pakaian adat ini penampilan kedua pengantin akan semakin anggun.

Pakaian Adat Aesan Gede

Pakaian adat provinsi Sumatera Selatan yang kedua yaitu disebut dengan nama Aesan Gede. Bedanya pakaian ini dengan Aesan Paksangko yaitu baju adat Aesan Gede lebih mengkombinasikan warna merah jambu & emas.

Baca juga: Kebudayaan Nusa Tenggara Timur

Kesenian Tradisional Sumatera Selatan

Kesenian tradisional yang akan kita bahas di provinsi Sumatera Selatan ini meliputi tarian tradisional, alat musik tradisional, senjata tradisional dan lain sebagainya. Berikut kita bahas satu persatu di bawah ini.

Tarian Adat Daerah Sumatera Selatan

Tarian Adat Daerah Sumatera Selatan
silontong.com

Berikut daftar tarian yang ada di daerah Sumatera Selatan ini:

  1. Tari Adat Silampari
  2. Tari Adat Penguton
  3. Tari Adat Bujang Gadis Beladas
  4. Tari Adat Petake Gerinjing
  5. Tari Adat Ngantat Dendan
  6. Tari Sendratari Konga Raja Buaye
  7. Tari Adat Seluang Mudik
  8. Tari Adat Madik (Nindai)
  9. Tari Adat Putri Bekhusek
  10. Tari Adat Tanggai
  11. Tari Adat Pagar Pengantin
  12. Tari Adat Gending Sriwijaya
  13. Tari Adat Tenun Songket
  14. Tari Adat Kebagh
  15. Tari Adat Kubu
  16. Tari Adat Mejeng Besuko
  17. Tari Adat Gegerit
  18. Tari Adat Kipas Serumpun
  19. Tari Adat Rodat Cempako
  20. Tari Sebimbing Sekundang.

Baca juga: Kebudayaan Nusa Tenggara Barat

Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan

Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan
musik.faktualnews.co

Berikut daftar Alat Musik yang ada di daerah Sumatera Selatan ini:

  1. Kenong Basemah Palembang
  2. Gambus
  3. Terbangan
  4. Burdah atau Gendang Oku
  5. Tenun
  6. Biola
  7. Terompet
  8. Gong
  9. Genggong
  10. Kolintang
  11. Seruling
  12. Marawis
  13. Kecapi.

Baca juga: Kebudayaan Papua Barat

Senjata Tradisional Sumatera Selatan

Senjata Tradisional Sumatera Selatan
disiniaja.net

Berikut ini daftar senjata tradisional yang ada di daerah Sumatera Selatan ini:

  1. Senjata Tradisional Tombak Trisula
  2. Senjata Tradisional Keris
  3. Senjata Tradisional Skin
  4. Senjata Tradisional Khudok.

Upacara Adat Sumatera Selatan

Upacara Adat Sumatera Selatan
silontong.com

Berikut ini daftar upacara adat yang ada di daerah Sumatera Selatan ini:

  1. Tradisi Bebehas
  2. Tradisi Ngobeng
  3. Tradisi Sedekah Rame
  4. Tradisi Pemakaman
  5. Tradisi Madik
  6. Tradisi Menyengguk
  7. Tradisi Ngebet
  8. Tradisi Berasan
  9. Tradisi Mutuske Kato
  10. Tradisi Nganterke Belanjo
  11. Tradisi Ngocek Bawang
  12. Tradisi Munggah
  13. Tradisi Kumpulan Rudat dan Kuntau
  14. Tradisi Nyanjoi
  15. Tradisi Nyemputi
  16. Ngater Penganten
  17. Bekarang Iwak
  18. Tradisi Sunatan

Baca juga: Kebudayaan Sumatera Utara

Makanan Khas Sumatera Selatan

Makanan Khas Sumatera Selatan
sgp1.digitaloceanspaces.com

Berikut ini daftar makanan khas daerah Sumatera Selatan:

  1. Pempek
  2. Tekwan
  3. Laksan
  4. Celimpungan
  5. Burgo
  6. Lakso
  7. Martabak Palembang
  8. Mie Celor
  9. Pindang Ikan
  10. Pindang Tulang
  11. Sate Sapi Cucuk Manis
  12. Bakmi Babi
  13. Es Kacang Merah
  14. Kemplang Dan Kopi Palembang
  15. Godo-Godo
  16. Gulo Puan
  17. Roti Koing
  18. Sambal Tempoyak

Penutup

Nah teman-teman sudah sampai kita di akhir pembahasan tentang kebudayaan yang ada di provinsi Sumatera Selatan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top