Sholawat Qulub

Sholawat Qulub – Di tengah pandemi Covid-19 seperti yang terjadi saat ini terutama di Negara kita sendiri Indonesia, sudah banyak sekali anjuran-anjuran yang disampaikan kepada masyarakat. Baik yang bersifat medikal maupun non medikal.

Hal tersebut sudah banyak disampaikan baik oleh dokter dalam bidang kesehata, pemerintah atau bahkan dari tokoh-tokoh ke agamaan.

Misalnya anjuran untuk selalu menjaga imun tubuh atau kesehatan, kontak dengan orang asing dan juga menghindari konsentrasi massa. Anjuran tersebut adalah yang bersifat medikal.

Anjuran lainnya yang bersifat non medikal adalah yang datang dari para sesepuh atau tokoh-tokoh ulama thariqah.

Yaitu anjuran untuk memperkuat benteng spiritual, memperkuat iman dan taqwa kepada Allah SWT, serta memperbanyak doa dan sholawat agar terhindar dari segala macam penyakit.

Beberapa tokoh ulama menganjurkan salah satunya adalah dengan memperbanyak sholawat tibbil qulub. Hal tersebut mendasarkan pada riwayat yang muttasil atau sampai kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana dalam kitab-kitab mutabar.

Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai sholawat qulub atau sholawat tibbil qulub.

Sholawat Qulub

Sholawat Qulub

Pada saat Indonesia dilanda pandemi Covid-19, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat edaran yang memberikan intruksi kepada semua pengurus wilayah, cabang, lembaga, badan otonom dan juga pesantren di seluruh Indonesia untuk membaca sholawat tibbil qulub sebanyak-banyaknya.

Hal tersebut bertujuan agar virus Covid-19 di Indonesia segera teratasi dan agar masyarakat bisa dilindungi dari wabah tersebut. Sehingga membuat sholawat tibbil qulub menjadi sangat populer dikalangan masyarakat pada pandemi Covid-19 tersebut.

Meskipun sebenarnya sholawat ini bisa dibaca kapan pun dan dimanapun. Namun manfaat dari sholawat tibbil qulub sendiri yang membuat masyarakat semakin tertarik dalam mengamalkannya pada saat kondisi pandemi sekarang ini.

Sejarah

Sholawat tibbil qulub disebut juga dengan sholawat syifa atau sholawat thibbiyah. Sholawat syifa bermaknakan sholawat obat yang berfungsi sebagai penawar atau obat. Sedangkan sholawat thibbiyah atau tibbil qulub sendiri bermaknakan sebagai sholawat penyembuh hati manusia.

Isi kandungan yang ada di dalam sholawat thibbiyah atau tibbil qulub berupakan tawasul atau doa perantara kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yaitu mengharapkan kesehatan jasmani serta rohani, menjadi penawar bagi tubuh, menjadi cahaya bagi penglihatan, dan menjadi santapan rohani bagi jiwa.

Salah satu sumber meneliti yang ternyata sholawat ini merukuk kepada shalawat yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Hal tersebut seperti yang terdapat dalam kitab karangan Habib Abu Bakar bin Abdullah bin Alwi bin Abdulloh bin Tholib Al-Athos, yaitu kitab “Mafatih as-Saadah fi Shalawat (Pintu-pintu pembuka kebahagiaan dalam Shalawat)”.

Namun dalam riwayat lain menyebutkan bahwa sholawat tibbil qulub merupakan sholawat gubahan dari seorang ulama Mesir, yaitu Syaikh Ahmad ibn Ahmad ibn Ahmad Al-Adawi Al-Maliki Al-khalawati Al-Dardir.

Penggubah shalawat tersebut bergelarkan al-Maliki yang merujuk kepada Madzhab yang dijadikan tempat hukum Syaikh Ahmad bin Ahmad. Beliau terkenal dengan nama Syaikh Dardir yang dijuluki sebagai Abu Barakat atau bapaknya keberkahan.

Gubahan Shalawat tibbil qulub dapat ditemukan dalam kitab Saadah ad-Darain fi Shalat ‘Ala Sayyid Al-Kaunnain yang ditulis oleh Syaikh Yusuf bin Ismail. Pengarang kitab tersebut menisbatkan tulisan kepada Syaikh Ad-Dardir.

Baca juga:

Sholawat Nuridzati

Bacaan Sholawat Qulub (Arab, Latin, Dan Terjemahannya)

Bacaan Sholawat Qulub (Arab, Latin, Dan Terjemahannya)

Berikut kalimat bacaan sholawat tibbil qulub:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم

Allahumma sholli `ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa `afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshori wa dhiya-iha wa `ala alihi wa shohbihi wa sallim.

Artinya : “Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Semoga shalawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para sahabat-sahabatnya.”

Namun ada sebagian ulama yang memberikan kalimat bacaan tambahan ke dalam sholawat tersebut ketika menjelang ujung sholat, sehingga kelimat bacaannya menjadi seperti berikut:

ا اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَقُوتِ الأرْوَاحِ وَغِذَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin thibbil qulûbi wa dawâ-ihâ wa ‘âfiyatil abdâni wa syifâ-ihâ wa nûril abshâri wa dliyâ-ihaa wa qûtil arwâhi wa ghidâ-ihâ wa ’alâ âlihî wa shahbihî wa sallim.

Artinya : “Ya Allah, berikanlah rahmat kepada baginda kami, Nabi Muhammad, sang penyembuh hati dan obatnya, memberikan kesehatan badan dan mengobatinya, menjadi cahaya mata hati dan sinarnya, serta menjadi makanan pokok dan asupan gizi bagi ruhani. Juga kepada keluarga dan sahabat beliau, dan semoga Engkau memberikan keselamatan.”

Baca juga:

Sholawat Busyro

Keutamaan Sholawat Tibbil Qulub Serta Cara Mengamalkannya

Keutamaan-keutamaan dalam sholawat tibbil qulub sendiri sudah dijelaskan secara umum di dalam kumpulan dzikir Majmu’ah Maqruat Yaumiyah wa Usbu’iyah. Dan ditulis dengan tulisan Arab Pegon, sebagai berikut:

صلوات طب القلوب منيكا مجرب كاغكى أنجاكي كصحاتان بدان لن دادوس تومبا سدايا فياكيت ظاهر أتاوي باط

Artinya : “Shalawat Tibbil Qulub ini teruji (berfaedah) untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjadi obat segala penyakit dzahir ataupun batin” (KH Muhammad bin Abdullah Faqih, Majmu’ah Maqruat Yaumiyah wa Usbu’iyah, hal. 47)

Keutamaan yang dijelaskan tersebut berlaku bagi siapa saja yang membaca shalawat tibbil qulub dengan cara (kaifiyah) umum. Keistiqomahan dalam membaca sholawat tibbil qulub tersebut dalam bilangan berapapun, harapannya tetap diberikan kesehatan lahir dan batin tentunya atas izin Allah SWT.

Ada cara khusus untuk membaca (kaifiyah) shalawat tibbil qulub, seperti yang dijelaskan di dalam kitab Saadah ad-Darain fi Shalat ‘Ala Sayyid Al-Kaunnain, seperti berikut:

إنها صيغة الطب الظاهر والباطن تقرأ ألفين على أي مرض وقيل أربعمائة فيشفى بإذن الله

Artinya : “Shalawat ini merupakan lafal shalawat penyembuh lahir dan batin. Dibaca 2000 kali untuk menyembuhkan segala penyakit. Dan menurut sebagian pendapat dibaca sebanyak 400 kali, maka penyakit tersebut akan sembuh atas seizin Allah” (Syekh Yusuf bin Ismail, Sa’adah ad-Daraini fi as-Shalat ala Sayyid al-Kaunaini, Cet. Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, hal. 26).

Baca juga:

Sholawat Tarhim

Keutamaan

Dan berikut juga beberapa keutamaan-keutamaan dalam membaca sholawat tibbil qulub:

  1. Mengurangi rasa resah dan gelisah. Bacalah sholawat tibbil qulub dengan cara menghayati bacaannya maupun maknanya.
  2. Menyembuhkan atau mengobati dari segala macam penyakit. Bacalah sholawat tibbil qulub dalam bilangan berapapun, akan disembuhkan dari segala penyakit dan akan diberikan kesehatan atas izin Allah SWT.
  3. Membentengi diri dari segala macam penyakit. Bacalah sholawat tibbil qulub setiap selesai sholat fardhu dan juga istiqomah dalam mengamalkannya.

Penutup

Itulah sedikit pembahasan mengenai sholawat ini yang bisa dibahas pada artikel kali Semoga kita bisa selalu mengamalkannya dengan istiqomah.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top